Zinnirah adalah seorang gadis yangberasal dari Rome. Kehidupan keluarganya sangat miskin dan dalamkeadaan serba kekurangan. Ketika berlaku satu peperangan besar di Rome ,Zinnirah terpisah daripada keluarganya lalu menjadi tawanan perang.
Sejak itudia dijual sebagai hamba dan sering bertukar tangan. Sepanjang menjadi hamba abdi, Zinnirah dilayan dengan kasar dan adakalanya diperlakukan seperti binatang oleh tuannya. Suatu hari Zinnirah berkenalan dengan seorang hamba yang senasib dengannya.
Perkenalan itu akhirnya membawa Nur Islam dalam diri Zinnirah kerana hamba itu menerangkan ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah. Penerangan yang tulus itu membuka hati Zinnirah untuk memeluk Islam. Namun, dia terpaksa melakukan ibadat secara rahsia kerana tuannya memusuhi Islam.
Nasibnya lebih malang apabila dia bertukar tangan kepada bangsawan Quraisy yang sangat berpengaruh masa itu, Umar Al-Khattab. Ketika itu, Umar belum memeluk Islam dan juga tidak mengetahui keIslaman Zinnirah. Umar yang sangat memusuhi Rasulullah terkenal dengan bengis dan kasarnya sehingga digeruni, baik lawan maupun kawan.
Akhirnya, Umar mengetahui mengenai keIslaman Zinnirah apabila suatu hari dia mendengar gadis itu membaca al-Quran. Ini menimbulkan kemarahan Umar yang mahu menghukumnya dengan siksaan berat.
“Tahukah kamu apa hukuman yang layak untukmu?” Tanya Umar keras dengan wajah bak singa sambil mengheret Zinnirah ke tengah padang pasir. Di situ, Umar mengikat kaki dan tangan Zinnirah dan menjemurnya di tengah panas terik. “Inilah caranya supaya kamu insaf,” katanya lalu meninggalkanZinnirah di situ.
Walaupun mukanya perit dipanah matahari dan kehausan, Zinnirah tabah menghadapi penderitaan itu sambil mulutnya tidak berhenti membisikkan Allah.. Allah…Apabila melihat hamba abdinya belum insaf, Umar menyeretnya ke pinggir kota dan mengikatnya di tiang. Dia menyuruh orang mengorek mata Zinnirah sehingga buta. Walaupun darah bercucuran daripada matanya dan dia diejek oleh orang kafir Quraisy yang percaya dia dilaknat tuhan Lattadan Uzza, iman Zinnirah tidak luntur malah mampu berkata, “Sekalipun aku dibunuh, kepercayaanku masih tetap pada Allah yang Esa. “Penderitaannya itu akhirnya sampai ke pengetahuan Abu Bakar as-Siddiq yang membeli Zinnirah dengan harga tinggi. Sejak itu, dia tekun beribadat dan dengan kurnia Allah, kedua-dua matanya yang buta itu bercahaya semula. Peristiwa yang mengagumkan ini menyebabkan ramaiorang Quraisy memeluk Islam.
Saturday, January 23, 2010
Monday, January 4, 2010
Dipondok kecil
di pantai ombak
berbuih putih beralun-alun
disuatu hari ayah berkata
jaga adik mu ayahkan pergi jauh
ku pandang wajah ayah dahinya ku cium
air mata mengalir hatiku pilu
diam-diamlah sayang jangan menangis
doakan ayah semoga diterima
diam adik ku sayang jangan menangis
andai ayah gugur doakan dia syahid
selamat berjuangan ayah tercinta
kau pergi dulu ayah ke medan juang
ku iringi doa moga berjaya
beroleh kemenangan demi agama Islam
wahai abang ku kemana
ayah ku sayang ayah ku cinta ayah 2x
duhai adik ku sayang jangan bersedih
ayah mu pergi menyambut seruan Ilahi
tapi ingatlah adik ku pesanan ayah
berjuangan dan berkorban walau dimana jua
pada Mu Tuhan aku bermohon
dosa ayah ku minta diampunkan
berilah rahmat bantulah dia
untuk menegakkan agama Islam
di pantai ombak
berbuih putih beralun-alun
disuatu hari ayah berkata
jaga adik mu ayahkan pergi jauh
ku pandang wajah ayah dahinya ku cium
air mata mengalir hatiku pilu
diam-diamlah sayang jangan menangis
doakan ayah semoga diterima
diam adik ku sayang jangan menangis
andai ayah gugur doakan dia syahid
selamat berjuangan ayah tercinta
kau pergi dulu ayah ke medan juang
ku iringi doa moga berjaya
beroleh kemenangan demi agama Islam
wahai abang ku kemana
ayah ku sayang ayah ku cinta ayah 2x
duhai adik ku sayang jangan bersedih
ayah mu pergi menyambut seruan Ilahi
tapi ingatlah adik ku pesanan ayah
berjuangan dan berkorban walau dimana jua
pada Mu Tuhan aku bermohon
dosa ayah ku minta diampunkan
berilah rahmat bantulah dia
untuk menegakkan agama Islam
Khusus Untuk Ibu
Buatmu Ibu
Ibu bergenang air mataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu
Kudusnya kasih yang engkau hamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian
Biarpun kepahitan telah engkau rasakan
Tak pula kau merasa jemu
Mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
Dari kecil hingga dewasa
Hidupmu kau korbankan
Biarpun dirimu yang telah terkorban
Tak dapat kubalasi akan semua ini
Semoga Tuhan memberkati kehidupanmu ibu
Ibu kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amatlah aku harapkan
Kerana disitu letak syurgaku
Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan
Kasihanilah Tuhan ibu yang telah melahirkan diriku
Bagaikan kasih ibu sewaktu kecilku
Moga bahgia ibu di dunia dan di akhirat sana...
Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang engkau berikan
Ibu... dengarlah rintih hatiku untukmu ibu
Ibu bergenang air mataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu
Kudusnya kasih yang engkau hamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian
Biarpun kepahitan telah engkau rasakan
Tak pula kau merasa jemu
Mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
Dari kecil hingga dewasa
Hidupmu kau korbankan
Biarpun dirimu yang telah terkorban
Tak dapat kubalasi akan semua ini
Semoga Tuhan memberkati kehidupanmu ibu
Ibu kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amatlah aku harapkan
Kerana disitu letak syurgaku
Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan
Kasihanilah Tuhan ibu yang telah melahirkan diriku
Bagaikan kasih ibu sewaktu kecilku
Moga bahgia ibu di dunia dan di akhirat sana...
Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang engkau berikan
Ibu... dengarlah rintih hatiku untukmu ibu
THROUGH MY WINDOW lyrics :
Don’t want much, I just want everything
Thought that I could, do almost anything
One step in front of the other
Thought that I could do it alone
In the blink of an eye, it’s just another day
Telling me why, I’ll find another way
Got this feeling, got me reeling
I can almost start believing
Now there’s me and you
And we are not alone
You and me
We are together now
Through my window, I can see there’s
More than you and more than me
Me and you
And we are not alone
Different view
We are together now
Through my window, I can see
Our wildest dreams could be so real
I see a spark, it starts a fire
Is this the one worth waiting for?
Thought that I could do it without you
Can’t exist like this anymore
Now there’s me and you
And we are not alone
You and me
We are together now
Through my window, I can see there’s
More than you and more than me
Now there’s me and you, you and me
We are not alone and we are together
Through my window I can see
Our wildest dreams could be so real
Don’t want much, I just want everything
Thought that I could, do almost anything
One step in front of the other
Thought that I could do it alone
In the blink of an eye, it’s just another day
Telling me why, I’ll find another way
Got this feeling, got me reeling
I can almost start believing
Now there’s me and you
And we are not alone
You and me
We are together now
Through my window, I can see there’s
More than you and more than me
Me and you
And we are not alone
Different view
We are together now
Through my window, I can see
Our wildest dreams could be so real
I see a spark, it starts a fire
Is this the one worth waiting for?
Thought that I could do it without you
Can’t exist like this anymore
Now there’s me and you
And we are not alone
You and me
We are together now
Through my window, I can see there’s
More than you and more than me
Now there’s me and you, you and me
We are not alone and we are together
Through my window I can see
Our wildest dreams could be so real
Teman Sejati
Selama ini
Kumencri-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci
Bersyukur kini
PadaMu Illahi
Teman yang dicari
Selama ini
Telah kutemui
Dengannya di sisi
Perjuangan ini
Senang diharungi
Bertambah murni
Kasih Illahi
KepadaMu Allah
Kupanjatkan doa
Agar berkekalan
Kasih sayang kita
Kepadamu teman
Ku pohon sokongan
Pengorbanan dan pengertian
Telah kuungkapkan
Segala-galanya...
KepadaMu Allah
Kupohon restu
Agar kita kekal bersatu
Kepadamu teman
Teruskan perjuangan
Pengorbanan dan kesetiaan
Telah kuungkapkan
Segala-galanya
Itulah tandanya
Kejujuran kita
Selama ini
Kumencri-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci
Bersyukur kini
PadaMu Illahi
Teman yang dicari
Selama ini
Telah kutemui
Dengannya di sisi
Perjuangan ini
Senang diharungi
Bertambah murni
Kasih Illahi
KepadaMu Allah
Kupanjatkan doa
Agar berkekalan
Kasih sayang kita
Kepadamu teman
Ku pohon sokongan
Pengorbanan dan pengertian
Telah kuungkapkan
Segala-galanya...
KepadaMu Allah
Kupohon restu
Agar kita kekal bersatu
Kepadamu teman
Teruskan perjuangan
Pengorbanan dan kesetiaan
Telah kuungkapkan
Segala-galanya
Itulah tandanya
Kejujuran kita
Wednesday, December 30, 2009
Sirah Nabi Muhammad S.A.W
Sirah Nabi Muhammad S.A.W
Semasa umat manusia dalam kegelapan dan suasana jahiliyyah, lahirlah seorang bayi pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Makkah. Bayi yang dilahirkan bakal membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban manusia. Bapa bayi tersebut bernama Abdullah bin Abdul Mutallib yang telah wafat sebelum baginda dilahirkan iaitu sewaktu baginda 7 bulan dalam kandungan ibu. Ibunya bernama Aminah binti Wahab. Kehadiran bayi itu disambut dengan penuh kasih sayang dan dibawa ke ka'abah, kemudian diberikan nama Muhammad, nama yang belum pernah wujud sebelumnya.
Selepas itu Muhammad disusukan selama beberapa hari oleh Thuwaiba, budak suruhan Abu Lahab sementara menunggu kedatangan wanita dari Banu Sa'ad. Adat menyusukan bayi sudah menjadi kebiasaan bagi bangsawan-bangsawan Arab di Makkah. Akhir tiba juga wanita dari Banu Sa'ad yang bernama Halimah bin Abi-Dhuaib yang pada mulanya tidak mahu menerima baginda kerana Muhammad seorang anak yatim. Namun begitu, Halimah membawa pulang juga Muhammad ke pedalaman dengan harapan Tuhan akan memberkati keluarganya. Sejak diambilnya Muhammad sebagai anak susuan, kambing ternakan dan susu kambing-kambing tersebut semakin bertambah. Baginda telah tinggal selama 2 tahun di Sahara dan sesudah itu Halimah membawa baginda kembali kepada Aminah dan membawa pulang semula ke pedalaman.
Semasa umat manusia dalam kegelapan dan suasana jahiliyyah, lahirlah seorang bayi pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Makkah. Bayi yang dilahirkan bakal membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban manusia. Bapa bayi tersebut bernama Abdullah bin Abdul Mutallib yang telah wafat sebelum baginda dilahirkan iaitu sewaktu baginda 7 bulan dalam kandungan ibu. Ibunya bernama Aminah binti Wahab. Kehadiran bayi itu disambut dengan penuh kasih sayang dan dibawa ke ka'abah, kemudian diberikan nama Muhammad, nama yang belum pernah wujud sebelumnya.
Selepas itu Muhammad disusukan selama beberapa hari oleh Thuwaiba, budak suruhan Abu Lahab sementara menunggu kedatangan wanita dari Banu Sa'ad. Adat menyusukan bayi sudah menjadi kebiasaan bagi bangsawan-bangsawan Arab di Makkah. Akhir tiba juga wanita dari Banu Sa'ad yang bernama Halimah bin Abi-Dhuaib yang pada mulanya tidak mahu menerima baginda kerana Muhammad seorang anak yatim. Namun begitu, Halimah membawa pulang juga Muhammad ke pedalaman dengan harapan Tuhan akan memberkati keluarganya. Sejak diambilnya Muhammad sebagai anak susuan, kambing ternakan dan susu kambing-kambing tersebut semakin bertambah. Baginda telah tinggal selama 2 tahun di Sahara dan sesudah itu Halimah membawa baginda kembali kepada Aminah dan membawa pulang semula ke pedalaman.
Monday, October 5, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)

























